Hancurkan Batu Ginjal Dengan Laser Holmium
Oleh : dr. Eriawan Agung Nugroho,Sp U pada 2017-11-16 19:23:47

Batu ginjal dan batu saluran kemih merupakan salah satu penyebab penyakit gagal ginjal. Infeksi batu ginjal kronis merupakan faktor penyebab kedua terjadinya gagal ginjal di Indonesia. pembentukan batu umumnya pada kandung kemih atas atau bawah serta pada piala ginjal, tidak pada salurannya. Namun, yang menjadi penyebab utama gagal ginjal pada umumnya adalah infeksi batu pada ginjal atau kandung kemih atas.

 

Umumnya penderita baru mengeluh setelah batu membesar dan dapat terdeteksi jelas. Apalagi bila mulai timbul gejala yang lebih nyata seperti sakit atau pegal pinggang bawah yang kadang terasa sampai ke perut depan bawah, terjadi kolik (sumbatan mendadak pada saluran atau ureter secara mendadak yang mengakibatkan rasa sakit luar biasa karena batu tajam yang turun ke saluran menyebabkan mengembangnya saluran) yang sering diiringi muntah dan berkeringat banyak atau batu mengalami infeksi sehingga seluruh salurannya terinfeksi.

 

Bahkan bila terjadi kerusakan pada satu ginjal, seringkali tidak tampak dalam sistem kelancaran buang air kecilnya karena dengan satu ginjal sehat kelancaran air seni tidak terganggu. Namun, begitu kedua ginjal mulai kurang berfungggsi. Pada tahap ini air seni mengalir tidak lancar atau anyang-anyangen, dan demam

Pembesaran atau infeksi kelenjar prostat yang terbanyak menyerang pria usia 50 ke atas juga sering kali menimbulkan komplikasi timbulnya batu kandung kemih.

Penatalaksanaan pengobatan batu ginjal menyangkut beberapa strategi terhadap keluhan. Mula-mula keluhan sakit dihilangkan, lalu mengatasi infeksi serta komplikasi lainnya dan akhirnya menghancurkan batunya. Selain lewat pembedahan terbuka, penghancuran batu ginjal dan kemih bisa dilakukan dengan metode litotripsi atau menggunakan gelombang kejut atau ultrasonik. Ada dua prosedur litotripsi yakni ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) dan Percutaneous Lithotripsy (tusukan pada kulit) yang sudah cukup lama digunakan di Indonesia. Pemecahan batu dengan kedua metode tersebut mengharuskan pasien tinggal di rumah sakit sampai 2-3 hari, sampai kencing jernih kembali.

Cara yang lebih canggih sekarang dengan menggunakan sinar laser holmium dengan sistem gelombang pulsasi batu dengan segera bisa dipunahkan. Tindakan ini lebih cepat (1,5 jam untuk batu besar), risiko perdarahan atau kerusakan jaringan sekitarnya hampir tidak ada, serta nyeri paska operasi dan risiko komplikasi hampir tidak terasa. Penderita tidak perlu menginap di rumah sakit, bisa langsung pulang begitu kesadaran sudah pulih. biaya pun lebih murah daripada operasi terbuka. Komplikasi paling hanya terasa sedikit demam dan nyeri setelah tindakan yang bisa diatasi dengan antibiotika.

untuk tampilan yang optimal, gunakan resolusi 1280 x 800