Pencegahan Leptospirosis
Oleh : dr. FX Joko Prasojo, SpPD pada 2016-10-21 01:01:44

Musim hujan di Semarang identik dengan banjir, penurunan kualitas air minum dan tentu saja penyakit. Penyakit yang tidak boleh dilupakan adalah leptospirosis, yang merupakan penyakit endemis di Semarang.

 

Leptospirosis disebabkan kuman leptospira yang hidup di ginjal dan saluran kencing tikus, atau binatang lain yang terinfeksi misalnya anjing, sapi, dll. penularan pada manusia diakibatkan cairan yang terkontsminasi air kencing mengenai kulit yang robek atau selaput lendir, misalnya mata dan rongga mulut. petugas kebersihan terutama yang berhubungan dengan sampah atau saluran air, petugas kesehatan, dan petugas laboratorium rentan terhadap infeksi ini. kecenderungan masyarakat untuk membuang bangkai tikus di jalan raya, emningkatkan risiko infeksi pagi pengguna jalan raya, terutama pejalan kaki. Sampai saat ini belum pernah dilaporkan penularan antar manusia.

 

Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apapun. Umumnya, ada dua fase gejala : fase awal, gejalanya tidak khas (nyeri otot, demam, menggigil , dan sakit kepala). Gejala ini bisa hilang atau berlanjut ke fase berikutnya. Fase lanjutan ditandai oleh meningitis, sakit kuning akibat gangguan pada hati dan kerusakan ginjal. pada infeksi yang berat mengakibatkan gagal nafas, gangguan pada otot dan selaput jantung, kerusakan dinding pembuluh darah dan gangguan pembekuan darah yang luas. Masa inkubasi (waktu sejak masuknya kuman hingga menimbulkan gejala berlangsung 2-14 hari)

 

Berikut ini tips pencegahan leptospirosis :

  • Vaksinasi, vaksin leptospira untuk manusia belum tersedia di Indonesia. Kuba dan Cina dilaporkan sudah menggunakan. Tetapi vaksin leptospira untuk binatang misalnya anjing sudah tersedia dan biasa digunakan. Vaksin untuk binatang perlu disuntik ulang tiap tahun.
  • Menggunakan sepatu bot dan sarung tangan karet, dan kalau perlu memakai masker bila membersihkan saluran air, membersihkan sampah atau melewati daerah banjir
  • Hindari berenang di sungai, memancing, atau bermain di air bila kulit sedang terluka
  • Menggunakan alat perlindungan diri yang memadai bagi petugas kesehatan dan laboratorium
untuk tampilan yang optimal, gunakan resolusi 1280 x 800