Rehabilitasi Medik Pasca Stroke
Oleh : dr. E Endang Sri Mariani, Sp RM pada 2018-01-22 18:25:19

Rehab Teratur maka 70-80% pasien bisa berjalan

 Dengan menjalankan rehabilitasi secara teratur, menurut dr. Rini 70-80 % penyandang stroke bisa berjalan lagi dengan atau tanpa alat bantu. Sekalipun kekuatan otot nol kalau pasien bisa agak kaku dan bisa mengunci lutut bisa berjalan. Dalam rehabilitasi ini mengandalkan sisi tubuh yang sehat.

 

"Prinsip dari rehabilitasi adalah memaksimalkan kemampuan yang ada, kalau dokter penyakit dalam atau syaraf mendapatkan pasien akan berusaha meminimalkan kekurangannya. Kalau dokter rehab akan memaksimalkan sisa yang masih sehat agar tetap berfungsi. Asalkan memiliki keseimbangan yang bagus, kami bisa melatih kaki yang tidak bisa bergerak diminta mengayun dengan menggunakan otot perut. Jadi kami menggunakan sisi yang sehat untuk memkasimalkan fungsi, tidak menunggu kaki sehat semua, yang penting jalan dulu agar tidak berlama-lama berbaring" jelasnya.

 

Mengenai berapa lama waktu penyembuhan penyandang stroke bisa berjalan, menurutnya jika melihat teori, pemulihan terbaik itu 3 sampai 6 bulan sejak onset stroke, memanfaatkan neuroplasticity. Pada waktu 3 sampai 6 bulan itu obat-obatan masih bekerja, diintensifkan latihan, memaksimalkan sisa-sisa saraf yang masih ada.

 

Waktu 3 sampai 6 bulan itu merupakan  golden period untuk memberikan program rehabilitasi, setelah 6 bulan grafiknya makin tipis, kurvanya landai. Jangan sampai habis terserang stroke dibiarkan saja, tidur saja, karena tidak akan bisa jalan, ini sangat eman-eman.  Kalau pasiennya punya keinginan yang kuat untuk sembuh justru kami cerewetnya kepada keluarganya.

 

"Saya juga sering memberikan edukasi kepada keluarga untuk memberikan semangat kepada keluarga yang terkena stroke, paling tidak 3 sampai 6 bulan tadi harus digeber dengan rehabilitasi", ujar ibu satu anak yang rajin berenang ini.

 

Beragam karakter pasien pernah dihadapi dokter Rini. Intinya pasien harus tetap semangat, rajin berlatih, menerima kondisi dan jangan sampai terkena serangan kedua. Dukungan keluarga itu penting sekali karena pasien senang mendapatkan perhatian dari keluarga. "Tapi perhatian yang berlebihan juga tidak baik, jangan terlalu dimanjakan. Biarkan mereka mengerjakan sendiri, ini tujuannya untuk melatih. " ujarnya.

 

Ditambahkan dokter Rini, dalam teori pemulihan otak learn not use, kalau otak dilatih terus fungsinya akan meningkat. "Saya selalu cerewet pada pasien agar tetap menggunakan atau melibatkan tangan yang tidak berfungsi dalam setiap kegiatan, seperti makan,mandi, berjalan. Tangan atau kaki yang lemah harus selalu diajak, kita harus tetap memandang tangan yang lemah kendati tidak bisa maksimal." tandasnya.

untuk tampilan yang optimal, gunakan resolusi 1280 x 800