DETEKSI TORCH (PERSIAPAN SEBELUM MENIKAH)
Oleh : dr. PN Krisna Joko Samodra,Sp OG pada 2017-02-08 21:04:46

Apakah Anda merencanakan pernikahan dalam waktu dekat? Jika ya,Selamat !! Tetapi apakah pemeriksaan kesehatan pranikah sudah masuk dalam salah satu jadwal kesibukan Anda menjelang pernikahan? Jika belum, jadwalkan segera!

 

Kapan dilakukan?

Tidak ada kepastian yang ketat soal waktu. Akan teteapi idealnya, pemeriksaan kesehatan pranikah dilakukan enam bulan sebelum dilangsungkan pernikahan. Pertimbangannya, jika ada sesuatu masalah pada hasil pemeriksaan kesehatan kedua calon mempelai, masih ada cukup waktu untuk konseling atau pengobatan terhadap penyakit yang diderita. Ukuran waktu itupun fleksibel, artinya pemeriksaan kesehatan pranikah dapat dilakukan kapanpun selama pernikahan belum berlangsung.

Khusus calon mempelai wanita terdapat panel pemeriksaan TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes Simpleks (HSV) tipe I dan II)

Infeksi Torch berbahaya bagi janin. Kini, deteksi dini infeksi ini telah berkembang ke arah pemeriksaan secara imunologis.

Toxoplasma

Infeksi ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Umumnya infeksi ini tanpa gejala yang khas, dan kira-kira hanya 10-20% kasus yang disertai gejala ringan mirip influenza, rasa lelah, malaise,demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah. Infeksi ini berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil karena dapat terjadi abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi yang menderita toxoplasmosis bawaan dimana gejala dapat muncul setelah dewasa misalnya kelainan mata dan telinga, retardasi mental, kejang, dan radang otak. Bila hasilnya negatif perlu diulang sebulan sekali khususnya pada trimester pertama dan selanjutnya tiap semester.

 

Rubella

Infeksi Rubella (campak Jerman) ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening, disebabkan virus Rubella yang dapat menyerang anank-anak dan dewasa muda. Infeksi ini berbahaya bila terjadi pada wanita hamil muda terutama pada trimester pertama dan kedua karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya seperti ketulian dan keterbelakangan mental. Tanda dan gejala infeksi Rubella sangat bervariasi, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama bila ruam merah tidak tampak.

 

Cytomegalovirus (CMV)

 Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo dan termasuk keluarga Herpes. Virus ini dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan merupakan salah satu infeksi yang berbahaya bagi janin. Jika ibu hamil terinfeksi maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya hidrosefalus, pembesaran hati, kunoing, pengapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain.

 

Herpes Simpleks

Infeksi Herpes pada alat genital disebabkan oleh virus Herpes Simpleks tipe II. Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut saraf sensorik dan berdiam di ganglion sistem saraf otonom. Infeksi pada kehamilan trimester pertama cendenrung mengakibatkan abortus, bila terjadi pada trimester kedua akan menyebabkan persalinan sebelum waktunya. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfesi HSV biasanya memperlihatkan lepuh pada kulit (hal ini tidak selalu muncul), sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi HSV pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal (kematian pada lebih dari 50% kasus), sedangkan separuh dari yang hidup menderita cacat saraf atau kelainan pada mata.

Deteksi Pra Nikah

 Infeksi TORCH yang dapat terjadi pada ibu hamil dan amat membahayakan janin yang dikandungnya, merupakan alasan kuat untuk melakukan deteksi dini pra nikah. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu mengetahui infeksi TORCH, agar para calon mempelai dapat mempersiapkan perkawinan yang sehat, untuk membangun keluarga yang berkualitas. 

untuk tampilan yang optimal, gunakan resolusi 1280 x 800