JANGAN SEPELEKAN BAB BERDARAH
Oleh : dr. Ari Adrianto,Sp B.KBD pada 2017-09-17 22:21:31

BAB (buang air besar) berdarah merupakan keluhan yang sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Kebanyakan orang menganggap BAB berdarah identik dengan wasir, namun anggapan tersebut tidak selamanya benar karena kita harus mewaspadai adanya beberapa penyakit lain yang boleh jadi lebih serius daripada wasir. Salah satu penyakit serius yang perlu diperhatikan adalah kanker usus besar dan rektum (bagian bawah usus besar yang mengarah ke anus). Pada umumnya kanker usus besar menyebabkan perubahan pola BAB, khususnya untuk kanker yang terletak di susu besar sebelah kiri. Biasanya terjadi peningkatan frekuensi BAB sampai terjadi diare atau malah timbul keadaan sembelit. Penderita sering merasakan nyeri perut bagian tengah atau lebih ke bawah. Sifatnya bisa berupa nyeri kolik (hilang timbul) maupun menentap. rasa nyeri akibat adanya sumbatan usus dan diikuti muntah-muntah serta perut mengalami kembung. Perdarahan saluran cerna dapat jelas terlihat atau dapat tersembunyi. darah yang keluar mulai dari merah segar sampai kehitaman tergantung lokasi tumor. Bila perdarahan tersembunyi, biasanya akan timbul gejala anemia dan umumnya terjadi kanker pada usus kanan.

Waspadai juga gejala lainnya berupa sumbatan usus, feses yang menjadi padat, BAB yang tidak tuntas, gangguan pencernaan, kelemahan umum, penurunan berat badan dan anemia. Harus diingat bahwa kanker ini dapat terjadi juga pada usia muda.

Skrining dan Pencegahan

 Skrining merupakan salah satu upaya untuk menemukan kanker usus besar dan rektum dalam kondisi yang masih dini. Sangat dianjurkan untuk melakukan skrining apabila mempunyai risiko tinggi terhadap kanker usus besar dan rektum. Pemeriksaan yang paling sederhana dan wajib harus dilakukan adalah pemeriksaan colok dubur. pemeriksaan ini sangat bermanfaat mengingat keganasan usus besar paling banyak terjadi di bagian distal dan rektum sehingga memungkinkan untuk dapat teraba.

Pemeriksaan feses dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya darah. Apabila didapatkan massa tumor di salah satu bagian usus besar yaitu dengan pemeriksaan endoskopi saluran cerna (kolonoskopi). Skrining dianjurkan mulai usia 50 tahun namun apabila mempunyai risiko tinggi dapat dilakukan lebih awal dengan interval yang lebih sering. Pola makan dan gaya hidup adalah upaya yang dapat kita lakukan untuk melinddungi diri. Buah dan sayur kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang dapat melindungi terhadap kanker. Pembatasan lemak jenuh seperti produk susu, keju, minyak kelapa,dan sawit. Ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa makanan yang mengandung kalsium, vitamin B dan asam folat dapat menurunkan resiko kanker usus besar dan rektum. penghentian merokok dan alkohol, menjaga berat badan serta olah raga teratur juga merupakan bagian dalam pencegahan kanker ini.

 

Pengobatan Kanker Usus Besar

Operasi merupakan satu-satunya cara terapi yang bersifat menyembuhkan. Untuk keberhasilan pembedahan, diperlukan stadium yang masih dini sehingga kanker dapat diangkat secara keseluruhan. Saat ini operasi pengangkatan tumor dapat dilakukan dengan metode minimal invasif yaitu dengan laparaskopi, sehingga tidak memerlukan luka operasi yang lebar dan mengurangi resiko perlengketan usus di kemudian hari serta mempersingkat lama perawatan. 

untuk tampilan yang optimal, gunakan resolusi 1280 x 800