Follow us:

Layanan Emergensi

(024) 8502244

Layanan Pelanggan

(024) 8310076 / (024) 8310035

Whatsapp

0812 6773 557

Email

sekretariat@365.rs-elisabeth.com

Lama Tak Muncul, Indonesia Kembali Dikejutkan KLB Polio

2024-02-10 08:43

 

Apa saja gejala polio?

Kebanyakan penderita polio tidak menunjukkan gejala. Sejumlah kecil orang mengalami gejala yang meliputi:

  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Merasa sangat lelah
  • Leher kaku

Sejumlah kecil penderita polio juga mengalami gejala yang lebih serius. Ini termasuk kelemahan atau kelumpuhan yang memburuk selama beberapa hari. Kelemahan tersebut dapat mempengaruhi otot-otot kaki dan lengan, bahkan otot-otot yang membantu Anda bernapas dan menelan. Kaki lebih sering terkena dibandingkan lengan. Beberapa orang mengalami kelemahan parah yang menyebabkan kesulitan berjalan, bernapas, atau menelan.

Orang yang lumpuh karena polio bisa mempunyai masalah jangka panjang yang sulit sembuh. Banyak orang yang mengalami kelemahan otot tidak mendapatkan kembali kekuatan penuhnya, meskipun ada juga yang mengalaminya.

Bertahun-tahun kemudian, beberapa orang yang lumpuh karena polio bisa terkena kondisi yang disebut “sindrom pasca-polio”. Gejalanya meliputi:

  • Kelemahan otot baru atau lebih buruk
  • Merasa sangat lelah
  • Nyeri

Bagaimana polio menyebar?

Virus polio paling sering menyebar melalui kontak dengan tinja (disebut “feses”) dari orang yang terinfeksi virus polio. Hal ini dapat terjadi dengan berbagai cara, termasuk:

  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung virus polio – Hal ini dapat terjadi jika makanan atau air tersebut bersentuhan dengan air limbah.
  • Menyentuh permukaan atau benda yang terdapat kotoran orang yang terkena virus

Virus polio juga bisa menular melalui air liur (ludah). Artinya, orang juga bisa tertular polio jika berbagi makanan atau peralatan dengan orang yang terinfeksi.

 

Apakah ada tes untuk polio?

Ya. Pengujian polio melibatkan:

  • Mengambil usap bagian dalam mulut
  • Mendapatkan sampel buang air besar seseorang (disebut "sampel tinja")
  • Pungsi lumbal (terkadang disebut "spinal tap") – Selama pungsi lumbal, dokter memasukkan jarum tipis ke punggung bawah dan mengeluarkan sedikit cairan tulang belakang. Ini adalah cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

Setelah sampel dikumpulkan, dokter lain melakukan tes laboratorium untuk memeriksa virus polio.

Bagaimana cara mengobati polio?

Perawatan dapat mencakup:

  • Obat untuk meredakan nyeri
  • Terapi fisik
  • Ventilasi mekanis – Ini melibatkan penggunaan mesin untuk membantu pernapasan bila pasien mengalami kelumpuhan otot pernapasan.

Bisakah polio dicegah?

Mendapatkan vaksin polio dapat mencegah polio. Vaksin ini diberikan bayi sejak baru lahir hingga usia 18 bulan. Terdapat 2 jenis vaksin polio yang tersedia di Indonesia, yaitu bentuk oral (bOPV) dan bentuk suntikan (IPV). Vaksin polio IPV tersedia dalam sediaan tunggal ataupun tersedia dalam sediaan kombinasi (DTaP-HepB-IPV-HiB). Jadwal vaksinasi program pemerintah yaitu bOPV sebanyak 4 kali di usia 0, 2, 3, 4 bulan dan IPV di usia 4 dan 9 bulan.